Karimunjawa I
Aku mungkin termasuk orang beruntung yang bisa ke Karimunjawa 2 kali hehehe…, Dua kali ke karimunjawa tidak pernah mengecewakan sekalipun, selalu berkesan dan selalu ingin balik lagi kesana. Sedikit deskripsi : KEPULAUAN Karimunjawa secara geografis terletak 45 mil laut atau sekitar 83 kilometer di barat laut kota Jepara. Secara administratif wilayah ini merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. KEPULAUAN ini, menurut Buku I Rencana Induk Taman Nasional Laut (TNL) yang diterbitkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah medio Maret 1988, berupa gugusan pulau yang berjumlah 27 pulau dengan teritorial seluas 107.225 hektar. Dari 27 pulau tersebut, lima di antaranya telah dihuni penduduk, yaitu Pulau Karimunjawa, Kemujan, Parang, Nyamuk, dan Genting.
Pertama kali mengunjungi Karimunjawa aku hanya bertiga, perjalanan tiga pemuda keren ini dimulai dari jogja menuju Semarang dan diteruskan ke Jepara, sampai di Jepara kami lsg menuju pelabuhan dan bermalam di emperannya, secara anak muda meng-nggembel istilahnya padahal memang gembel. Selain irit, juga biar besoknya bangun langsung naik kapal feri, karena kapalnya berangkat pagi. Perjalanan naik kapal sekitar 6 - 7 jam, kalo mau lebih cepat bisa naik kapal cepat tapi lebih mahal. Sampai di Karimunjawa kami langsung mengisi perut dengan nasi pecel dan bergegas ke dermaga kecil satunya untuk numpang perahu nelayan ke pulau menjangan.
Sejak perjalanan dari dermaga besar menuju pulau menjangan kami sudah dibuat terpesona oleh jajaran pulau dan birunya air laut. Malam pertama di pulau menjangan kami sudah disuguhi atraksi nelayan menembak ikan di sekitar dermaga apung bu Sutak tempat kami menginap. Dengan perahu kecil, petromak, senter dan bersenjata pistol panah rakitan, nelayan ini menyelam sampai kedalaman 7 m di sela karang karang dan muncul lagi dengan ikan besar sudah tertembus panahnya, malam ini dia dapet ikan Ming seberat 8 - 10 kg. Bentuk ikannya hampir bundar mirip ikan bawal tp yang ini besar banget, kami benar benar dibuatnya ngiler, membuat kami membayangkan kalau kami yang menyelam kemudian memilih milih dari ratusan ikan yg akan ditembak pasti kami akan kebingungan sendiri karena banyaknya ikan di bawah sana hehhehe…..
Di pulau Menjangan ini hanya ada satu rumah milik bu Sutak sebagai pengurus pulau ini sedangkan pemilik pulau ini menurut kabar sih punya orang asing. Selain rumah induk ada beberapa kamar kecil mirip bungalow dan satu dermaga apung di depan rumahnya. Rumah bu Sutak ini berbentuk rumah panggung di atas air, jarak dari bibir pantai ke rumah sekitar 500 meter yg dihubungkan dengan jembatan kayu kecil. Di depan rumah langsung pemandangan laut luas terhampar dengan pulau karimun berada di seberangnya. Di belakang rumah hanya ada pepohonan kelapa, pohon kayu stigi bernilai magis, hutan bakau, dan semak belukar. Pantainya berpasir putih sangat lembut, bersih dan masih alami sekali. Selain dermaga apung masih ada dua kolam yang terbuat dari tumpukan batu karang berukuran sekitar 4 x 7 m, kolam pertama diisi ikan-ikan mahal seperti baracuda, dan kolam satunya tempat penangkaran ikan hiu. Ada sekitar 10 hiu berukuran sedang sekitar 80 cm - 120 cm, jadi hati - hati jalannya kalau mata sudah ngantuk atau merah he..he..he.. Sementara listrik hanya hidup dari jam 6 sore sampai 6 pagi hanya untuk lampu, jadi jangankan untuk ngecharge Hp selain tidak ada colokannya juga sinyalnya nggak ada, saluran TV pun nggak ada disini. Kalau anda ingin membayangkannya, bayangkan saja seperti acara survival di TV, benar benar sunyi dan damai hanya ada air, angin dan pasir putih. Kalau malam hari acara yang paling enak yaitu berburu kepiting di sekitar rumah, dengan hanya berbekal tombak dan senter bisa mendapatkan sekitar 20 kepiting besar, lalu dibakar dan dinikmati di dermaga apung dengan kopi, teh atau segelas anggur … wuihhh makceleguk rasanya. Sambil berkelakar seronok di dermaga apung yang bergoyang dipermainkan gelombang laut, kriett..krieet bunyinya, mulut gak berhenti mengunyah kepiting bakar sambil sesekali menyeruput kopi dan membenarkan rambut yg terus ditiup angin laut, kami bertiga benar- benar menikmati malam itu sampai kami tertidur.
Pagi hari kami ikut ibu Sutak nyebrang ke pulau Karimunjawa naik speedboat kecilnya. Di Karimunjawa 2 nanti akan saya ceritakan pengalaman menegangkan dengan speedboat ini. Sampai di Karimun ibu Sutak berbelanja keperluan dapur, kami berbelanja alat pancing dan keperluan anak muda lainnya seperti rokok, kopi, mie instant dan minuman bersoda. Sambil menunggu Ibu Sutak berbelanja kami mampir ke warung makan, untuk sekedar sarapan dan es teh namun niat itu kami urungkan setelah melihat aneka lauk ikan laut dan sayuran di atas meja yang mengepul, kami putuskan untuk makan besar saja hehehe … Ditambah ibu warung yang ramah bertanya dan bercerita dan ternyata anaknya satu kampus dengan kami. Di tengah percakapan, sesekali penduduk lainnya nimbrung yg bersemangat memberitahu kami trik-trik memancing, mulai dari umpan, ukuran mata pancing sampai tawaran ikut mancing nanti malam . “Purun pak..” langsung kami menjawab, alias MAUU… dan nanti malam kami akan dijemput. YESS… dalam hatiku, kapan lagi berkesempatan ikut mancing sama nelayan . Sebagai oleh- oleh kami membungkus untuk makan siang kami dan ibu sutak sekeluarga dan juga kami mendapat beberapa cumi segar gratis, “untuk umpan pancing ” kata ibu warung.
Karena hari masih sekitar jam 10-an sesampainya di pulau menjangan kami langsung menceburkan diri ke laut, lompat dari dermaga apung, menyelam di antara karang dan bulu babi, sayangnya kami tidak bawa punya snorkel, dan hanya dengan kacamata renang biasa. Dengan hanya kacamata renang , pemandangan bawah lautnya sungguhhh menakjubkan, aneka warna terumbu karang, ikan karang yang warna kulitnya berpendar kena sinar matahari sampai anemon dengan nemo yang terkenal. Sungguh merupakan suatu pemandangan yang layak diingat dan dikenang. Tidak jauh dari dermaga apung, sebuah Yacht terparkir tak terurus, dengan semangat 45 kami berenang ke Yacht menaikinya dan berlagak sebagai milyuner muda sayangnya sekali lagi kami tidak punya bawa kamera, huhh… tp gak apa apa cukup kami bertiga yang merekam moment itu dan itu sudah lebih dari cukup, karena secara gembel gitu lohh masih bisa plesiran ke karimunjawa hehehe… Ya aku tau ada beberapa rekan rekan ku yg sangat pengennn… bgt ke karimunjawa tp belum kesampain, huh kok dari dulu cuma pengen tokh hahaha, ayo… wani wae, nggembel rapopo sing penting sampe Karimunjawa hahaha….
Capek bermain air, kami mulai menyiapkan alat pancing sederhana dan untungnya ada si sutak yg masih berumur 5 tahun membantu kami, dengan umpan cumi kami dapat beberapa ikan karang sebesar telapak tangan orang dewasa. Tidak terasa cuminya habis, wah selesai deh acara mancingnya pikirku … upss si Sutak langsung ke belakang rumah dan tidak berapa lama kembali lagi dengan beberapa ikan kecil hidup, ” pake ini aja mas umpannya “. Ternyata dia ke belakang untuk mancing ikan kecil yg terdapat banyak sekali di belakang rumahnya , kalau gini sampe kapan pun bisa puas mancing hehehe… Dengan umpan ikan segar kami malah mendapat ikan barracuda yang langsung dimasukkan ke kolam oleh Sutak, dan ikan karang lainnya langsung dipotong - potong untuk diumpankan ke hiu, busyett rasanya sayang bgt ngelihat ikan karang yg berwarna warni itu dipotong cuma untuk makan hiu. Penciuman ikan hiu sangat tajam terhadap bau darah, selama ikan dipotong mereka sudah berkumpul dan berlompatan dibawah.
Selesai acara mancing dilanjutkan makan siang, siang itu kami nikmati di teras rumah bermalas malasan di kursi panjang malas, setiap orang disampingnya ada kelapa muda, disamping satunya lagi ada sebotol bir dan sebatang rokok sambil sesekali nyemplung ke laut sekedar membasahi badan, naik lagi minum air kelapa muda kemudian bersantai lagi membiarkan tubuh kita dikeringkan oleh angin laut yang sepoi sepoi… nggak terasa sudah sore, wuihh…. benar- benar beautifull life. Sore hari kedua di pulau menjangan ini kami habiskan untuk mengagumi keindahan alam bawah laut, kami berenang di antara terumbu karang dan ikan ikan karang yang warnanya berkilauan terkena sinar matahari sore, ajib… ajib… rasanya pengen banget menyentuh ikan ikan tersebut. Tiba - tiba aku melihat seekor ikan barracuda berada tidak jauh dari kami, wah berabe nih karena ikan barracuda kadang kadang suka mengejar dan menyeruduk orang yg lagi berenang, cepat cepat kami naik ke dermaga apung. Karena sudah mau mahgrib kami langsung membilas diri dan nongkrong lagi di dermaga apung menikmati sunset dengan segelas kopi. To be Continued ya… nanti baca lagi saat kami terkena badai, kedatengan “bajak laut”,ngerasain sop ikan nelayan kalimantan, memancing cumi dan lainnya, ok…
























Karimun, last paradise on earth. Beautiful romantic hotel called escape hotel. It is really an escape.
karimun jawa emang top tenan, kapan kesana lagi?
Ayukk… hahaha…
Play Hard, Drink Hard, Work ….
okeh mas…ceritanya itu benar-benar menggugah rasa ingin kesana…kyknya dlm waktu dekat bakal kesana deh..wkwkwk..cu there
mas, kalo sekarang kesana ongkos habis berapa ya? Aku kesana tahun 2004/5 itu masih sekitar habis 200rb itu pun sudah termasuk “alat bantu”. Aku serch di google seh sekarang karimun jawa tambah bagus. Oh ya kalo ada info tentang KARIMUN yang baru tolong di share ya, aku rencana bulan junu kesana.
mang

pengen kesana tapi ga tau arah
ga ada kawan
kpn kesana lg?
boleh ikut dak?
jadi iri…………..
pengen kesana tapi ga tau mau gimana
menyendiri di indaralaya….
mas bono kesana bulan juni ya?
kira2 blh nebeng dak?
abis berapaan ya?
boleh bisa boleh2 aja ntar gw pastiin kapan kesananya?
Btw aku harus kontak lo dimana? Indaralaya mana seh?
Nuwun
mas bono da jd k karimun jawa ?
berapa biayanya klo mw gembel2an ?
kira2 ke sana bagusnya pas bulan apa ya.
buat monthok,mau dong kut trip ksana.